hey..baru saja kita berbincang melalui telepon.
malam ini memang bukan yang pertama,
tapi kesekian.
namun kau tau?
yang aku lakukan masihlah hal bodoh yang sama.
ya..bersembunyi dibalik kemunafikkanku,
yang terus tertawa dan bersikap tenang dibalik teleponku.
mencoba untuk tenang mendengar dan membalas kata - katamu.
kau tak pernah tau, betapa aku ingin berteriak 'aaaaaaaaaaaa....'
saat aku menekan tombol hijau dihandphoneku dan mengucap 'halo' dengan datar.
dan bahkan kau takkan pernah tau yang kurasa malam ini.
sungguh rasanya aku benar-benar tak ingin mendengarnya,
bahkan rasanya lebih baik percakapan malam ini tak pernah terjadi.
malam ini baru saja kau bercerita tentang seseorang yang kau bilang ia baik dan lucu.
Tuhan...terimakasih Engkau hanya mebuat ia menceritakan semua ini melalui telepon.
Entah aku harus bagaimana jika harus mendengarkan ia bercerita secara langsung.
aku tak tahu harus bagaimana menyembunyikan senyuman miris ini,atau mengatur suara lirih ini.
Tuhan ku mohonn hentikan aku menjadi seorang bodoh seperti ini.
aku tahu aku akan lebih patah dari malam ini jika aku terus begini.
mengharapkan dirimu yang hadir dihidupku hanya sebagai sebuah pelangi dimalam hari.
ya..bak keindahan yang takkan pernah datang.
aku tahu..kau begitu mengharapkan dia,karena barusaja kau katakan.
dan begitu bersyukurnya aku karena kau tak dapat melihat ekspresiku.
ya..kau hanya dapat mendengar tawaku yang seakan mendukungmu.
yang sesungguhnya adalah sebuah tangisan lirih.
dan kau terus bercerita tentang semua hal dari dirinya yang kau sukai.
bahkan aku dapat mendengar betapa bahagianya dirimu saat mendapat ucapan 'selamat pagi' dari dirinya.
ya..aku mendengar itu,sungguh aku mendengarnya.
dan aku....lagi dan lagi hanya tertawa seakan ikut berbahagia.
bahkan aku menyemangatimu ketika kau nampak ragu.
padahal aku sendri tak pernah mengerti bagaimana caranya menyemangati diriku sendiri malam ini.
aku tau...sejak malam jauh sebelum malam ini aku benar - benar tau saat seperti ini akan datang.
saat dimana aku akan benar - benar patah, ketika kau akan pergi setelah menemukan seseorang lain.
aku tau itu..tapi aku begitu bodoh karena terus bertahan di ketidakjelasan ini,
bertahan dalam sebuah hubungan yang aku tau, takkan pernah berstatus.
tapi dengan bodohnya aku tak pernah pergi.
lalu dialog kita malam ini berakhir dimalam yang cukup larut dan kau menyuruhku untuk lekas tidur.
aku hanya mengiyakan perintahmu.
padahal,kau tau? yang terjadi aku tak dapat memejamkan mataku sediktpun.
terimakasih untuk dialog singkat yang begitu menyayat malam ini..terimakasih :')
Tiada ulasan:
Catat Ulasan