dan saat semua hal ini menyenangkan,
saat itulah seharusnya aku tersadar dan berhenti.
berhenti melakukan sebuah hal yang aku sadari
dengan sangat adalah sebuah kesalahan.
sungguh aku sadar ini adalah kesalahan
yang seharusnya tak aku lakukan.
akupun ingin segera terlepas dari semua rasa memuakkan ini.
rasa kenyamanan dari yang bukan milikku.
rasa memuakkan dimana aku harus mengakui
kenyamanan yang kau berikan, tak dapat digantikan oleh siapapun.
sekalipun oleh seseorang yang benar - benar milikku.
bodoh...
iya memang, diriku memang bodoh..
masih mendambakan kertas buram abu - abu,
padahal aku sudah berdiri tegak diatas kertas putih
yang siap diukir dengan tinta berwarna - warni dengan dirinya.
yang benar - benar nampak jelas.
bukan seperti dirimu yang hanya nampak sebagai
sebuah bayang yang akan menghilang,
lalu menampak lagi untuk menghilang lagi kemudian.
tak pernah ada kejelasan yang nampak, ya...takkan ada.
aku tak seharusnya terus melarutkan kebohongan ini.
disini...ditengah aku..dan dirinya.
lalu kapan aku akan berhenti?
saat aku sudah benar - benar lelah.
ya..lelah terus berlari dari dirimu dan membohongi hatiku sendiri,
walau entah mana yang harus aku hentikan.
menghentikan kebohongan ini.
atau benar - benar mengusirmu sejauh mungkin dari fikiranku.
entah..
Tiada ulasan:
Catat Ulasan