lalu, sampai kapankah rindu ini akan terus bergejolak
dan tak kunjung reda juga
sadarlah takkan pula rindu ini terbayar.
takkan pernah.
namun terlanjur sudah aku disini
mengelak takkan mampu, berlari pun takkan sanggup
lalu sampai kapankah aku harus terus percaya keindahan itu akan datang?
tidak..
yang harus ku percaya saat ini adalah bahagiaku bukan kamu..
terpuruk sudah aku dengan percaya ku, kau kan datang sebagai pelangi dimalam ini
bukan.
bukan kamu yang akan menyurutkan risau hati ini.
sekalipun segala yang kurasa ini menyangkutkanmu
seringkali kau membuatku terpaksa mengakui yang berdiam disini bukan kamu.
bukan kamu yang selalu menampak samar dibalik kelopak mataku yang kelak terpejam.
bukan kamu yang kumaksudkan dalam semua baris kata yang kutuliskan.
aku hanya mencoba meyakinkan itu memang bukan kamu.
tapi pada nyatanya?
itu memang kamu..
sekeras apa aku mengelak tetap tak kuasa aku menolak!
bukan kau yang jahat.. bukan kau yang salah..
bukan pula keadaaan.
entah apalagi yang akan aku jadikan kambing hitam.
terlalu sering rasanya aku menyalahkan keadaan
yang pada nyatanya bukanlah ia yang pantas disalahkan
maka berubahlah aku menjadi seorang jahat yang menyalahkan apapun dibalik kesalahanku
ya.. ini salahku
berulang aku mengerti hingga aku paham dengan sangat ini memang salahku.
siapa yang memintaku tetap berdiri disini?
tak ada..
semua mau ku yang semula tidak juga terusik dengan kerisauan ini
tapi ketika rasa yang telah tertumpuk ini semakin tinggi..semakin besar..
tapi semakin harus tertahan.
perlahan tenggelam aku dalam rasa yang terpendam ini.
menyesakkan..begitu sesak, hingga terasa tak ada lagi ruang.
sudah..aku sudah berusaha mengosongkan ruang ini.
setidaknya mengurangi sedikit secara perlahan.
namun tak bisa malah semakin terus - menerus bertambah.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan